Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Desember, 2007

Pada zaman dahulu kala di sebuah rumah kecil di sebuah desa hiduplah seorang ibu mertua dan menantu perempuannya. Menantunya tersebut adalah seorang perempuan yang rajin bekerja dan selalu mematuhi perkataan sang ibu mertua.

Suatu malam menjelang tahun baru, ibu mertua berpesan kepada menantunya agar menjaga api di tungku agar tetap menyala sepanjang tahun baru. Setelah itu, ibu mertua pergi tidur lebih dulu. Menjelang tengah malam, menantunya yang berbaring di dekat tungku perapian terbangun. Ia mendapati api di tungku telah padam. Ia menjadi gugup, lalu segera pergi ke gudang untuk mengambil kayu bakar. Namun, ternyata di gudang juga tidak terdapat kayu bakar lagi. Saat itu adalah musim dingin. Suhu udara di luar rumah sangat dingin. Namun karena ia harus segera mendapatkan kayu bakar dan api, maka ia pun segera pergi ke luar rumah untuk mencari ranting dan dahan kayu kering.

Ia menyusuri sungai di dekat rumahnya untuk mengumpulkan kayu bakar. Setelah terkumpul banyak, ia kini kebingungan dimana mencari api. Di sekitar rumahnya tidak ada rumah penduduk lainnya. Akhirnya ia memutuskan untuk berjalan menyusuri sungai tersebut. Mungkin ia akan bertemu dengan orang yang bisa memberinya api. Beberapa saat setelah ia berjalan, ia melihat suatu titik api di dekat jembatan yang melintasi sungai. Dengan penuh harap ia meneruskan langkahnya menuju titik api tersebut. Setelah dekat dengan asal titik api tersebut, ia melihat kurang lebih enam orang tua yang sedang duduk mengelilingi api unggun. Ia pun memberanikan diri menyapa mereka.

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Istri Salju

Dahulu kala terdapatlah seorang pemuda yang hidup seorang diri. Pemuda itu tinggal di suatu daerah yang terkenal banyak sekali turun saljunya. Suatu hari, ia sedang bekerja membuat sandal jerami di dalam rumahnya. Saat itu salju sedang turun dengan lebatnya. Melihat hal tersebut, tiba-tiba sang pemuda berkata, “Ah, alangkah bahagianya bila aku bisa mendapatkan seorang istri yang cantik jelita dan berkulit putih seperti salju itu!” Setelah itu ia pun kembali bekerja di dalam rumahnya.

Malam harinya, ketika ia sedang tertidur, tiba-tiba dari arah pintu depan terdengar suara ketukan.

“Siapa gerangan yang datang pada malam-malam begini?” kata sang pemuda dalam hati.

Ketika dibukanya pintu depan rumahnya, ia sangat terkejut karena yang datang adalah seorang gadis berkulit putih yang sangat cantik jelita. Sang gadis itu berkata, “Jadikanlah aku istrimu!”

(lebih…)

Read Full Post »

Kisah ini terjadi pada saat musim dingin telah tiba. Saat itu salju tipis turun di sore hari. Seorang pendeta Budha yang sedang dalam perjalanan hendak singgah ke sebuah desa yang sangat miskin. Setiap rumah telah diketuknya untuk meminta kesediaan mereka mengijinkan dirinya tinggal barang semalam saja di rumah mereka. Namun tak satu pun rumah mau membuka pintu untuk sang pendeta. Akhirnya sampailah sang pendeta di sebuah rumah yang kelihatannya paling miskin di dekat jembatan. Ternyata penghuninya adalah seorang nenek.

“Silakan masuk ke dalam. Rumah ini sangat kecil dan tidak ada apa-apa di dalamnya. Tetapi kalau hanya menginap semalam saja, silakan!” kata nenek.

Rumah nenek benar-benar kecil dan hampir-hampir tidak ada perabotan sedikit pun. Saat itu, nenek juga tidak mempunyai makanan sedikit pun. Di tungku perapian juga tidak ada kayu dan api setitik pun. Sang pendeta pun masuk rumah sang nenek dan segera duduk di perapian yang tidak ada apinya itu.

(lebih…)

Read Full Post »

Info Bulan Desember

Konnichiwa

Pada bulan Desember ini, dongengjepang akan menyajikan beberapa cerita menyambut Fuyu (musim dingin) yang sedang berlangsung di Jepang. Beberapa cerita pilihan kali ini antara lain: Jejak Kaki yang Terhapus Salju, Istri Salju, dan Api Tahun Baru

Otanoshimi ni…..

Read Full Post »