Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2008

Otarki

Awal Desember yang lalu saya sempat membaca sebuah artikel di Kompas tentang global warming. Saya tertarik pada tulisan tersebut yang membahas langkah-langkah untuk mengurangi dampak pemanasan global ini, salah satunya adalah otarki.

otarkiOtarki berarti menanami pekarangan dan penghijauan lingkungan. Otarki identik dengan Jepang. Keterbatasan tanah yang dapat ditanami serta etos kemandirian yang dimiliki manjadikan otarki tradisi yang diturunkan dari generasi ke generasi. Dalam definisi sederhana, otarki berarti budaya menanami pekarangan rumah dengan tanaman produktif, termasuk di dalamnya tanaman obat-obatan. Di Jepang, otarki juga dilakukan dengan media pot.

Nah, sebenarnya sangat mudah bagi kita untuk menanam tumbuhan di negara yang subur dan tanah yang luas seperti Indonesia ini. Permasalahannya adalah justru pada motivasi dan semangat dari diri kita untuk mau menanam itu sendiri. Saya telah memulai dengan 3 pot tanaman di depan jendela kamar sebagai penyejuk serta 1 pohon sakura plastik di meja kantor (soalnya saya tidak bisa masuk kantor setiap hari untuk menyirami).

Anda tertarik dengan langkah ini? Anda bisa berotarki di halaman belakang sekolah, pekarangan rumah, kamar kos, ruang kantor, dan di pinggir jalan umum. Let’s go green! More love and respect to our earth…

Iklan

Read Full Post »

Konon, di sebuah desa di perbukitan ada seorang anak gadis yang sangat cantik dan mempesona. Anak gadis tersebut bernama Oryu. Dia mempunyai kebiasaan untuk mengunjungi sebuah pohon oak besar yang tumbuh di atas bukit dekat desanya. Dia percaya bahwa pohon oak besar tersebut mempunyai roh penghuni. Ia sering datang ke tempat itu untuk memberikan persembahan.

Suatu saat Oryu bertemu dengan seorang pria muda yang tampan. Oryu dan pria muda tersebut saling jatuh cinta. Sebenarnya, pria tampan tersebut merupakan penjelmaan dari roh penghuni pohon oak besar yang selama ini ia kunjungi. Sejak saat itu, kebiasaan untuk mengunjungi pohon oak besar di atas bukit dihentikan. Sebagai gantinya Oryu dan pria tersebut saling bertemu di desanya. Pada saat malam ketika Oryu dan pria itu tidak bisa saling bertemu, angin akan berhembus daro arah bukit dengan membawa serta bau harum pohon dan beberapa lembar dauh pohon oak sampai ke jendela kamarnya.

Pada suatu hari, wajah sang pria kelihatan begitu sedih. Oryu memberanikan diri untuk bertanya.

“Hari ini engkau kelihatan sedih, ada apa gerangan?” tanya Oryu penuh perhatian.

“Setelah saat ini mungkin aku sudah tidak akan bisa lagi bertemu denganmu” kata sang pria dengan sedih.

“Kenapa kau bilang begitu? Ada apa? Kenapa kita tidak bisa bertemu lagi?” tanya Oryu agak bingung.

Tetapi sang pria tidak menjawabnya. Ia diam seribu bahasa.

Saat itu tersebar berita bahwa para bangsawan di Istana Kyoto akan membangun sebuah istana baru yang sangat besar. Karena itu mereka membutuhkan bahan kayu yang besar dan banyak pula. Di tempat lain tidak ada pohon oak yang sebesar yang ada di atas bukit itu. Keliling pohon oak di atas bukit itu sepanjang kurang lebih tiga meter, sudah pasti ia akan ikut ditebang untuk pembangunan istana di Kyoto.

(lebih…)

Read Full Post »

Departure

Sebenernya cerita ini udah lama banget, tapi karena banyak yang suruh minta ceritain aja, akhirnya aq tulis deh buat kalian

——————————————————————————–

Minggu 9 desember 2007, aq akan menginjakkan kakiku lagi di Jakarta. sudah cukup lama aq meninggalkan ibukota setelah beberapa bulan aq keluar dari tempat kerjaku yang dulu disana dan kembali ke Yogyakarta kampung halaman tercinta. Tapi keberangkatanku kali ini bukan karena urusan kerjaan melainkan untuk menemani adikku yang berinisial C yang akan mengurus visa dan macem-macemnya selama di sana. Tanggal 7 Januari – 7 Maret 2008 dia akan pergi ke Amerika, dapet beasiswa untuk kuliah di Oregon State University (OSU). *awas klo aq sampe gak dibawain oleh-oleh action figure sama hot wheels :-D*

Hari itu aq bangun pagi-pagi banget sekitar jam 4 (tips: kalau Anda ingin bisa bangun pagi, minum air putih sebanyak-banyaknya sebelum tidur. Dijamin saat hawa dingin mulai membelai, Anda akan lari terbirit-birit ke kamar kecil). Back to the story, abis bangun aq langsung mandi sholat dan sarapan karena harus segera ke bandara. Memang sih bandara tu deket dari rumah, tapi tiket penerbangan M*****a Air jam 6.00 AM mengharuskan aq udah standby disana sebelumnya.

Nyampe bandara sekitar jam 5 lebih (tips lagi: sebaiknya Anda sudah berada di bandara 1 jam sebelum jadwal penerbangan Anda. Pesawat bukanlah metromini atau bus yang suka ngetem menunggu penumpang sampai penuh). Setelah ngelewatin serangkaian pemeriksaan, aq duduk di ruang tunggu keberangkatan. Ternyata kesalahan besar aq duduk di kursi yang berbahan logam. Hawa pagi yang menusuk ditambah ruangan ber-AC yang sangat dingin membuat pantatku beku. Gyakakakakk… Sumpah, kapok deh klo disuruh duduk di kursi kayak gitu lagi! Mean while, selama di ruang tunggu itu aq celingak-celinguk ngeliatin ada apa aja sih disana. Macem-macem. Dan yang paling menarik perhatianku adalah toko buku Periplus di sisi barat ruangan. Yupz, aq memang suka baca novel. Tapi sayangnya Periplus masih tutup, dan memang hampir semua toko di ruang tunggu itu masih tutup. Masih jam 6 kurang, chuy…..

Akhirnya seluruh penumpang M*****a Air dipersilakan masuk pesawat. Aq berangkat cuma membawa tas punggung serta gitar listrik Rockwell warna biru buat keponakanku di Bogor. Naa.. saat aq melangkah keluar dari ruang tunggu itu, aq serasa menjadi Rockstar. Asyik banget deh sensasinya, menenteng gitar menuju ke pesawat yang siap mengantar band-ku tour keliling dunia. Hahahaa… I feel great, yeahh!

First FlightMasuk pesawat bertipe airbus dengan seat 3-3 itu, aq menempati kursi 16C. Sebelah kiriku sepasang bapak ibu yang sudah cukup berumur, sedangkan di sebelah kanan ada 1 orang bapak (kayaknya sih dosen/profesor) lagi konsen membaca buku tebel berbahasa inggris (tanpa gambar, hanya tulisan aja) tentang Mathematical Philosophy atau apa lah gitu, lupa aq judulnya. Empat jempol deh buat bapak itu yang masih semangat dalam belajar, hebat! Sambil celingukan liat-liat pramugari yang bersliweran memandu para penumpang, aq ngerangkul gitar listrikku. Sengaja gak aq taruh gitarku di bagasi atas biar nantinya ada pramugari yang menyapaku. Dan beneran aja, gak berapa lama ada satu pramugari dengan senyum manisnya menawarkan diri untuk menyimpankan gitarku di bagasi atas. Yess

Oiya, aq udah cerita belum klo ini adalah pengalaman pertamaku naek pesawat. Keliatan banget deh aq girang kayak anak kecil yang lagi dapet sepeda baru. Pokoknya cengengesan terus lahh. Katrok juga aq ini. Hehehehee… Sambil menunggu pesawat terbang, seperti biasa para pramugari memperagakan langkah-langkah safety first apabila pesawat mengalami kendala saat penerbangan. Eits, ada satu pramugari yang manis banget tuh di depan. Sayangnya dia hanya melayani untuk para penumpang first class *sigh*. Dalam hati aq berniat, ntar klo naek pesawat menuju bandara Narita Jepang, aq harus bisa dapet tiket yang first class. Hihihi.. mimpi sih, tapi diaminin aja ya. *maksa :-P*

Cerita gak selesai sampai disini. Jam di tamagotchiku menunjukkan pukul 6 kurang 4 menit. Pilot mencoba menyalakan mesin pesawat. Tapi mesin jet itu bersuara aneh, susah njelasinnya, tapi kira-kira gini: “ZZZZZzzzzzzz…” trus diem. “ZZZZZzzzzzzz….” trus diem lagi. “ZZZZZzzzzzzz…..” kali ini agak keras, tapi koq diem lagi. Whuaduhh, pesawatnya macet bok! Kayaknya gara-gara cuaca pagi ini yang dingin banget bikin mesin susah idup. Naa.. tau gak apa yang ada di pikirinku waktu itu. Bukannya takut akan keselamatan penerbangan nanti, aq malah berpikir “Pokoknya aq gak mau klo harus turun trus disuruh bantuin dorongin pesawat yang mogok!” Huakakakakkk… Memangnya ini mobil omprengan bung? Bego banget deh anak ini (^_^)v

Setelah teknisi masuk ke ruang pilot, tepat jam 6 lebih 15 menit mesin jet pesawat berhasil hidup. Aq kencangkan sabuk pengaman kemudian kumatikan walkman phone yang baru aq beli beberapa hari yang lalu. Klik, handphone mati.

Bismillahi tawakkaltu ‘alallaahi laa hawlaa wa laa quwwata illa billaahil ‘alihil adziim

Read Full Post »

Kaguya Hime

Konon pada zaman dahulu kala hiduplah seorang kakek dan nenek yang miskin. Mereka hanya hidup berdua dan tidak mempunyai seorang anak pun. Pekerjaan sehari-hari mereka adalah membuat keranjang dari bambu. Karena itu hampir setiap hari kakek pergi ke hutan untuk memotong beberapa batang bambu. Bambu itu kemudian dibelah untuk dijadikan bahan pembuat keranjang.

 

Kaguya-himeSuatu hari sang kakek sedang pergi ke hutan bambu untuk memotong bambu. Saat ia memilih-milih bambu, tiba-tiba ia melihat sebatang pohon bambu yang bersinar keemasan. Pohon bambu tersebut seakan-akan meminta kakek agar segera menebangnya. Kakek pun memotong pohon bambu itu. Betapa terkejut hatinya setelah memotong sebuah bambu karena dari dalamnya muncul sinar keemasan. “Apa ini ya?” tanya kakek dalam hati. Lalu didekatinya batang bambu yang mengeluarkan sinar keemasan itu. Ternyata dari dalam batang bambu tersebut terdapat seorang bayi perempuan yang mungil. Dengan gembira kakek membawa bayi itu pulang ke rumah. Kakek dan nenek merawat bayi perempuan itu dengan penuh kasih sayang. Mereka menamakannya Kaguya.

(lebih…)

Read Full Post »

Pada zaman dahulu kala, seorang dewa yang menguasai wilayah Kazusa, Shimousa dan wilayah sekitarnya (sekarang Prefektur Chiba), menanam sebutir benih pohon tsubaki. Benih itu kecil sekali, hingga kalau saja ada angin berhembus, meski tak kencang, pasti akan terbawa terbang. Karena tumbuh di daerah yang subur, maka benih tersebut tumbuh menjadi tunas dan lambat laun menjadi sebuah pohon yang besar.

Singkat cerita, selama 88000 tahun pohon tsubaki tersebut tumbuh menjadi pohon yang tinggi dan besar. Karena begitu tingginya, ujung pohon tersebut sampai menembus awan dan hampir-hampir mencapai langit. Cabang dan daun-daun pohon yang lebat tersebut memanjang hingga mencapai kira-kira tiga buah desa. Ketika bunga-bunga tsubaki yang berwarna merah itu bermekaran, langit di atasnya pun berubah menjadi merah. Sebaliknya, saat bunga-bunga tersebut berguguran ke bumi, warna bumi pun menjadi merah. Namun demikian, penduduk yang tinggal di sekitar pohon tsubaki tersebut bersyukur karena tanah pertaniannya selalu subur. Mereka hidup dengan tentram dan sentosa.

(lebih…)

Read Full Post »

Info Bulan Januari

Konnichiwa

Bulan Januari ini dongengjepang mengusung tema Let’s Go Green. Beberapa hal yang mendasari pemilihan tema ini adalah:

  • Global warming dan bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini, khususnya di Indonesia
  • Saya memperoleh pekerjaan baru di Departemen Kehutanan untuk posisi IT. Bahkan mungkin dalam waktu dekat ini saya akan benar-benar masuk hutan untuk pelatihan selama beberapa minggu

Oleh karena itu, beberapa dongeng/cerita rakyat sengaja kami pilih untuk mendukung tema tersebut antara lain Pohon Tsubaki Berusia 88000 Tahun, Anak Gadis yang Jatuh Cinta kepada Pohon Oak, dan legenda jepang Kaguya-hime. Semoga dapat menjadi inspirasi bagi Anda untuk lebih mencintai bumi kita.

Otanoshimi ni…..

Read Full Post »

Yesterday Today

Once Upon a Time in JapanDi Jepang ada sebuah pepatah yang berbunyi:

Furuki o tazunete, atarashiki o shiru

Artinya adalah: “Belajar dari yang lama kita mempelajari yang baru.” Bagus ya ^_^ Cukup bijak sebagai bahan renungan di awal tahun baru ini. Tanpa bermaksud menggurui, saya mencoba mengambil beberapa hikmah yang terkandung di dalamnya.

Kita harus introspeksi diri dan melihat ke masa lalu untuk memetik pelajaran di masa datang. Segala sesuatu yang kurang di tahun sebelumnya tentu harus kita perbaiki dan pencapaian-pencapaian yang telah kita raih harus pula kita pertahankan. Dan pada akhirnya saat kita melangkahkan kaki di tahun yang baru ini, jalani dengan penuh optimisme dan rasa percaya diri. Berusaha dan berdoa untuk harapan dan tantangan di tahun 2008.

Jaa, Ganbatte kudasai!

Read Full Post »