Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari 19th, 2008

Departure

Sebenernya cerita ini udah lama banget, tapi karena banyak yang suruh minta ceritain aja, akhirnya aq tulis deh buat kalian

——————————————————————————–

Minggu 9 desember 2007, aq akan menginjakkan kakiku lagi di Jakarta. sudah cukup lama aq meninggalkan ibukota setelah beberapa bulan aq keluar dari tempat kerjaku yang dulu disana dan kembali ke Yogyakarta kampung halaman tercinta. Tapi keberangkatanku kali ini bukan karena urusan kerjaan melainkan untuk menemani adikku yang berinisial C yang akan mengurus visa dan macem-macemnya selama di sana. Tanggal 7 Januari – 7 Maret 2008 dia akan pergi ke Amerika, dapet beasiswa untuk kuliah di Oregon State University (OSU). *awas klo aq sampe gak dibawain oleh-oleh action figure sama hot wheels :-D*

Hari itu aq bangun pagi-pagi banget sekitar jam 4 (tips: kalau Anda ingin bisa bangun pagi, minum air putih sebanyak-banyaknya sebelum tidur. Dijamin saat hawa dingin mulai membelai, Anda akan lari terbirit-birit ke kamar kecil). Back to the story, abis bangun aq langsung mandi sholat dan sarapan karena harus segera ke bandara. Memang sih bandara tu deket dari rumah, tapi tiket penerbangan M*****a Air jam 6.00 AM mengharuskan aq udah standby disana sebelumnya.

Nyampe bandara sekitar jam 5 lebih (tips lagi: sebaiknya Anda sudah berada di bandara 1 jam sebelum jadwal penerbangan Anda. Pesawat bukanlah metromini atau bus yang suka ngetem menunggu penumpang sampai penuh). Setelah ngelewatin serangkaian pemeriksaan, aq duduk di ruang tunggu keberangkatan. Ternyata kesalahan besar aq duduk di kursi yang berbahan logam. Hawa pagi yang menusuk ditambah ruangan ber-AC yang sangat dingin membuat pantatku beku. Gyakakakakk… Sumpah, kapok deh klo disuruh duduk di kursi kayak gitu lagi! Mean while, selama di ruang tunggu itu aq celingak-celinguk ngeliatin ada apa aja sih disana. Macem-macem. Dan yang paling menarik perhatianku adalah toko buku Periplus di sisi barat ruangan. Yupz, aq memang suka baca novel. Tapi sayangnya Periplus masih tutup, dan memang hampir semua toko di ruang tunggu itu masih tutup. Masih jam 6 kurang, chuy…..

Akhirnya seluruh penumpang M*****a Air dipersilakan masuk pesawat. Aq berangkat cuma membawa tas punggung serta gitar listrik Rockwell warna biru buat keponakanku di Bogor. Naa.. saat aq melangkah keluar dari ruang tunggu itu, aq serasa menjadi Rockstar. Asyik banget deh sensasinya, menenteng gitar menuju ke pesawat yang siap mengantar band-ku tour keliling dunia. Hahahaa… I feel great, yeahh!

First FlightMasuk pesawat bertipe airbus dengan seat 3-3 itu, aq menempati kursi 16C. Sebelah kiriku sepasang bapak ibu yang sudah cukup berumur, sedangkan di sebelah kanan ada 1 orang bapak (kayaknya sih dosen/profesor) lagi konsen membaca buku tebel berbahasa inggris (tanpa gambar, hanya tulisan aja) tentang Mathematical Philosophy atau apa lah gitu, lupa aq judulnya. Empat jempol deh buat bapak itu yang masih semangat dalam belajar, hebat! Sambil celingukan liat-liat pramugari yang bersliweran memandu para penumpang, aq ngerangkul gitar listrikku. Sengaja gak aq taruh gitarku di bagasi atas biar nantinya ada pramugari yang menyapaku. Dan beneran aja, gak berapa lama ada satu pramugari dengan senyum manisnya menawarkan diri untuk menyimpankan gitarku di bagasi atas. Yess

Oiya, aq udah cerita belum klo ini adalah pengalaman pertamaku naek pesawat. Keliatan banget deh aq girang kayak anak kecil yang lagi dapet sepeda baru. Pokoknya cengengesan terus lahh. Katrok juga aq ini. Hehehehee… Sambil menunggu pesawat terbang, seperti biasa para pramugari memperagakan langkah-langkah safety first apabila pesawat mengalami kendala saat penerbangan. Eits, ada satu pramugari yang manis banget tuh di depan. Sayangnya dia hanya melayani untuk para penumpang first class *sigh*. Dalam hati aq berniat, ntar klo naek pesawat menuju bandara Narita Jepang, aq harus bisa dapet tiket yang first class. Hihihi.. mimpi sih, tapi diaminin aja ya. *maksa :-P*

Cerita gak selesai sampai disini. Jam di tamagotchiku menunjukkan pukul 6 kurang 4 menit. Pilot mencoba menyalakan mesin pesawat. Tapi mesin jet itu bersuara aneh, susah njelasinnya, tapi kira-kira gini: “ZZZZZzzzzzzz…” trus diem. “ZZZZZzzzzzzz….” trus diem lagi. “ZZZZZzzzzzzz…..” kali ini agak keras, tapi koq diem lagi. Whuaduhh, pesawatnya macet bok! Kayaknya gara-gara cuaca pagi ini yang dingin banget bikin mesin susah idup. Naa.. tau gak apa yang ada di pikirinku waktu itu. Bukannya takut akan keselamatan penerbangan nanti, aq malah berpikir “Pokoknya aq gak mau klo harus turun trus disuruh bantuin dorongin pesawat yang mogok!” Huakakakakkk… Memangnya ini mobil omprengan bung? Bego banget deh anak ini (^_^)v

Setelah teknisi masuk ke ruang pilot, tepat jam 6 lebih 15 menit mesin jet pesawat berhasil hidup. Aq kencangkan sabuk pengaman kemudian kumatikan walkman phone yang baru aq beli beberapa hari yang lalu. Klik, handphone mati.

Bismillahi tawakkaltu ‘alallaahi laa hawlaa wa laa quwwata illa billaahil ‘alihil adziim

Iklan

Read Full Post »

Kaguya Hime

Konon pada zaman dahulu kala hiduplah seorang kakek dan nenek yang miskin. Mereka hanya hidup berdua dan tidak mempunyai seorang anak pun. Pekerjaan sehari-hari mereka adalah membuat keranjang dari bambu. Karena itu hampir setiap hari kakek pergi ke hutan untuk memotong beberapa batang bambu. Bambu itu kemudian dibelah untuk dijadikan bahan pembuat keranjang.

 

Kaguya-himeSuatu hari sang kakek sedang pergi ke hutan bambu untuk memotong bambu. Saat ia memilih-milih bambu, tiba-tiba ia melihat sebatang pohon bambu yang bersinar keemasan. Pohon bambu tersebut seakan-akan meminta kakek agar segera menebangnya. Kakek pun memotong pohon bambu itu. Betapa terkejut hatinya setelah memotong sebuah bambu karena dari dalamnya muncul sinar keemasan. “Apa ini ya?” tanya kakek dalam hati. Lalu didekatinya batang bambu yang mengeluarkan sinar keemasan itu. Ternyata dari dalam batang bambu tersebut terdapat seorang bayi perempuan yang mungil. Dengan gembira kakek membawa bayi itu pulang ke rumah. Kakek dan nenek merawat bayi perempuan itu dengan penuh kasih sayang. Mereka menamakannya Kaguya.

(lebih…)

Read Full Post »