Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari 26th, 2008

Otarki

Awal Desember yang lalu saya sempat membaca sebuah artikel di Kompas tentang global warming. Saya tertarik pada tulisan tersebut yang membahas langkah-langkah untuk mengurangi dampak pemanasan global ini, salah satunya adalah otarki.

otarkiOtarki berarti menanami pekarangan dan penghijauan lingkungan. Otarki identik dengan Jepang. Keterbatasan tanah yang dapat ditanami serta etos kemandirian yang dimiliki manjadikan otarki tradisi yang diturunkan dari generasi ke generasi. Dalam definisi sederhana, otarki berarti budaya menanami pekarangan rumah dengan tanaman produktif, termasuk di dalamnya tanaman obat-obatan. Di Jepang, otarki juga dilakukan dengan media pot.

Nah, sebenarnya sangat mudah bagi kita untuk menanam tumbuhan di negara yang subur dan tanah yang luas seperti Indonesia ini. Permasalahannya adalah justru pada motivasi dan semangat dari diri kita untuk mau menanam itu sendiri. Saya telah memulai dengan 3 pot tanaman di depan jendela kamar sebagai penyejuk serta 1 pohon sakura plastik di meja kantor (soalnya saya tidak bisa masuk kantor setiap hari untuk menyirami).

Anda tertarik dengan langkah ini? Anda bisa berotarki di halaman belakang sekolah, pekarangan rumah, kamar kos, ruang kantor, dan di pinggir jalan umum. Let’s go green! More love and respect to our earth…

Iklan

Read Full Post »

Konon, di sebuah desa di perbukitan ada seorang anak gadis yang sangat cantik dan mempesona. Anak gadis tersebut bernama Oryu. Dia mempunyai kebiasaan untuk mengunjungi sebuah pohon oak besar yang tumbuh di atas bukit dekat desanya. Dia percaya bahwa pohon oak besar tersebut mempunyai roh penghuni. Ia sering datang ke tempat itu untuk memberikan persembahan.

Suatu saat Oryu bertemu dengan seorang pria muda yang tampan. Oryu dan pria muda tersebut saling jatuh cinta. Sebenarnya, pria tampan tersebut merupakan penjelmaan dari roh penghuni pohon oak besar yang selama ini ia kunjungi. Sejak saat itu, kebiasaan untuk mengunjungi pohon oak besar di atas bukit dihentikan. Sebagai gantinya Oryu dan pria tersebut saling bertemu di desanya. Pada saat malam ketika Oryu dan pria itu tidak bisa saling bertemu, angin akan berhembus daro arah bukit dengan membawa serta bau harum pohon dan beberapa lembar dauh pohon oak sampai ke jendela kamarnya.

Pada suatu hari, wajah sang pria kelihatan begitu sedih. Oryu memberanikan diri untuk bertanya.

“Hari ini engkau kelihatan sedih, ada apa gerangan?” tanya Oryu penuh perhatian.

“Setelah saat ini mungkin aku sudah tidak akan bisa lagi bertemu denganmu” kata sang pria dengan sedih.

“Kenapa kau bilang begitu? Ada apa? Kenapa kita tidak bisa bertemu lagi?” tanya Oryu agak bingung.

Tetapi sang pria tidak menjawabnya. Ia diam seribu bahasa.

Saat itu tersebar berita bahwa para bangsawan di Istana Kyoto akan membangun sebuah istana baru yang sangat besar. Karena itu mereka membutuhkan bahan kayu yang besar dan banyak pula. Di tempat lain tidak ada pohon oak yang sebesar yang ada di atas bukit itu. Keliling pohon oak di atas bukit itu sepanjang kurang lebih tiga meter, sudah pasti ia akan ikut ditebang untuk pembangunan istana di Kyoto.

(lebih…)

Read Full Post »