Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Februari 25th, 2008

Issunboushi

Konon, pada zaman dahulu kala hiduplah sepasang suami istri yang sudah lama sekali tidak dikaruniai anak. Meskipun sudah berkali-kali berdoa di kuil untuk memohon tetapi masih juga belum dikaruniai anak. Akhirnya suatu ketika mereka kembali lagi ke kuil untuk berdoa.

“Ya Tuhan, biar sekecil jari telunjuk pun tolong berilah kamu anak!” pinta sang istri dalam doanya. Akhirnya sang istri pun benar-benar melahirkan seorang anak sebesar jari jempol. Mereka memberi nama anak itu Issunboushi. Meskipun anak mereka sangat kecil, tetapi karena itu adalah pemberian dari Tuhan, mereka merawatnya dengan penuh kasih sayang.

Suatu hari Issunboushi menghadap ayah ibunya dan berkata, “Ayah dan Ibu, tiba saatnya bagiku untuk pergi merantau. Karena itu saya mohon pamit untuk berangkat besok!”

Mendengar hal itu, ayah dan ibu Issunboushi sangat terkejut. Semula mereka melarang kepergian anak satu-satunya yang sangat disayangi itu, tapi karena kemauan Issunboshi yang sangat kuat akhirnya mereka mengijinkannya juga. Esok paginya Issunboushi berangkat. Setelah memberi bekal makanan secukupnya, Issunboushi berangkat dengan memakai sebuah batok kelapa dengan melalui arus sungai. Arus sungai itu akhirnya membawa Issunboushi sampai ke sebuah kota yang sangat besar dan ramai. Karena badan Issunboushi sangat kecil, maka ia harus benar-benar berhati-hati ketika berjalan di tengah keramaian. Beberapa kali ia harus diam di pinggir tembok untuk menunggu jalanan mulai sepi. Setelah dirasa cukup sepi, ia harus berlari menyebrangi jalan agar tidak sampai terinjak orang atau kuda yang setiap saat bisa melintas di jalanan.

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »