Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Jakarta’ Category

Yupz.. Anda diundang ke Pesta Ulang Tahun Teater SENDIRI Jakarta. Tempat di Hall the Japan Foundation pk. 20:00~selesai. Tanda masuk GRATIS untuk menonton pementasan TEATER dapat diperoleh di kantor JF, Gd. Summitmas I lt. 3 setiap hari kerja sejak satu minggu sebelum pesta dimulai. Jadwal:

  • Rabu, 25/2 TERORIS
  • Kamis, 26/2 RASHOMON
  • Jumat, 27/2 DAG DIG DUG

Pada 13 September 1983, sekelompok seniman multi media mendirikan Kelompok Seni Sendiri didirikan di Jakarta. Sejak 1984 kelompok ini berubah nama menjadi kelompok Teater Sendiri Jakarta seiring dengan aktivitas mereka yang lebih cenderung aktif di bidang pementasan drama dan teater. Pementasan perdana mereka berupa monolog “ Proses” dan “Dialog” karya A. Nawir Hamzah yang dipentaskan di the Japan Foundation, Jakarta.

Teater Sendiri Jakarta meraih berbagai penghargaan untuk penampilannya sejak tahun 1988 dan tahun-tahun berikutnya (group teater terbaik, aktor terbaik, aktris terbaik, sutradara terbaik pada Festival Teater Dewan Kesenian Jakarta). Pada tahun 1992 hingga 1996 mereka mementaskan Ni Lyonsari dari Bali hingga beberapa kota di Jawa dan Jakarta. Sejak 1998 mereka mementaskan Rashomon dan berkeliling ke berbagai kota di Indonesia hingga tahun 2007. Dalam rangka peringatan ulang tahun ke-25, Teater Sendiri Jakarta akan kembali mengusung penampilan mereka sama seperti 25 tahun lalu, yaitu di hall the Japan Foundation, Jakarta. Selamat Ulang Tahun!!

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Apa pentingnya mendongeng bagi anak? Bagaimana mengembangkan potensi anak? Buku apa yang baik bagi anak? Bagaimana orang tua di Jepang mendidik anak-anaknya?

Bibit Bunko bekerjasama dengan the Japan Foundation Jakarta akan menyelenggarakan seminar yang terkait dengan buku, anak dan dongeng. Pembicara: Seto Mulyadi (KOMNAS Anak), Matsumoto (ahli terapi bicara senior/ guru dari Jepang), Hori (JJNet Jakarta), Murti Bunanta (KPBA), Nasti Reksodipuro (YPK).

Hari Selasa, 3 Maret 2009 pk. 08:00~17:00.

Di Hall the Japan Foundation, Jakarta. Jl. Jend.Sudirman kav. 61-62 Jakarta Selatan (seberang Ratu Plaza)

(Mohon datang TEPAT WAKTU)

Kami ingin berbagi pengetahuan seputar buku, anak dan dongeng. Bagi mereka yang berminat silakan hubungi kami untuk mendaftar. Seluruh peserta akan memperoleh sertifikat di akhir acara. Kegiatan ini GRATIS namun terbatas hanya untuk 120 peserta. Mohon mendaftar sebelumnya.

Pendaftaran & Info:

  • ibu Hori 0811-97-8633
  • ibu Yamazaki 0815-1447 4618

BIBIT BUNKO adalah kelompok pustaka yang merupakan bagian dari J2Net (Jakarta Japan Network) didirikan oleh ibu-ibu Jepang yang tengah bermukim di Indonesia. Kelompok ini menangani proyek Griya Buku dan juga 10 cabang kegiatan sosial lainnya.

Berdasarkan pemikiran bahwa Buku akan memberikan banyak ‘kekuatan untuk hidup’ dan menyadari jika anak-anak Indonesia sangat kurang berinteraksi dengan buku maka dengan bantuan dari Yayasan Persahabatan Pendidikan Internasional Doa Hiroshima kelompok ini memulai kegiatan perpustakaan kecil yang dinamai Proyek GRIYA BUKU “Bibit-Bunko”(Bibit-Perpustakaan Kecil)

Read Full Post »

Sebuah film satire.

Mengisahkan 8 cerita yaitu, kisah anak kecil yang selalu bekerja keras seharian demi sebotol air bersih dan sepasang sepatu roda, kisah kakak beradik penjual dvd bajakan yang mulai berseteru lantaran sang adik mulai keranjingan minum kopi starbucks, kisah anak seorang PSK yang mulai terpikat dengan sorang lelaki namun lelaki itu guru PMP nya, kisah orang Jepang yang haus mencari cinta sejati dan bertemu seorang gadis pemandu karaoke, kisah seorang sutradara televisi yang bergaji kecil mencari pelepasan dari tekanan isteri dan atasan kantornya, kisah seorang ibu kepala sekolah taman kanak-kanak yang berusaha menjalani kaidah Islam yang diyakininya di tengah-tengah segala himpitan hal-hal duniawi, kisah mantan supir dari sorang asing yang justru punya masalah besar setelah ia menerima hadiah berharga kenang-kenangan dari sang bos, kisah seorang wanita pedagang kain yang saat impian hidupnya naik haji bisa di topang oleh sang anak satu-satunya, ia malah menemukan sebuah kenyataan lain…

Disutradarai oleh Harry Dagoe yang juga bertindak sebagai penulis, produser dan juga aktor pada film ini, Harry mencoba menyajikan inovasi baru kepada para penonton. Cinta menjadi benang merah dari masing-masing kisah yang berdiri sendiri itu. Namun, sang sutradara mencoba mengaitkan delapan bagian cerita tersebut ke dalam satu rangkaian scene di akhir film.

27 aktor dan aktris papan atas Indonesia dia gandeng untuk membintangi film yang telah dia susun selama dua tahun, antara lain Nicholas Saputra, Surya Saputra, Marsha Timothy, Atiqa Hasiholan, Davina, Lukman Sardi, Jajang C Noer, Ria Irawan, Slamet Rahardjo, Djenar Maesa Ayu, Harry Dagoe Suharyadi, Sigi Wimala, Denis Adiswara, Alex Abbad, Julia Perez, Inul Daratista, Indy Barends, Naboyuki Suzuki, Dalton Tanonaka, Rudy Wowor, Vicky Burky, Titiek Puspa, Richard Oh, Johnny Iskandar, Sita (RSD), Joko Anwar, serta Oppie Andaresta.

Pertama kali tau pas baca-baca majalah di pesawat, tus jadi pingin banget nonton, terutama pingin lihat kota Yokohama dan Tokyo dari lensa seorang Harry Dagoe. Aktor Lukman Sardi yang selalu menjadi langganan film-film nasional berperan sebagai tokoh sentral dalam film ini. Marsha Timothy memakai jilbab. Oppie Andaresta menyanyikan theme song berjudul Deep.. Pokoknya banyak hal seru lah yang bisa dinikmati dari film ini. Moga weekend ini bisa kesampaian.

Mau ikutan nonton bareng? (^_^’)?

Read Full Post »

“Hari ini saya nyatakan sebagai Hari Blogger Nasional!” M.Nuh

Yup.. tepat 1 tahun lalu Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Mohammad Nuh secara mencengangkan telah mendeklarasikan tanggal 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional. Pesta Blogger 2007 di Blitz Megaplex Jakarta yang tadinya dimaksudkan untuk ajang kopi darat 500 blogger seluruh Indonesia itu ternyata menjadi momentum bersejarah bagi blogging ria di tanah air. Kini event tersebut bakal memasuki perhelatan keduanya. Pesta Blogger 2008 akan diselenggarakan pada tanggal 22 November 2008 di Auditorium Gedung BPPT II lantai 3 Jl. MH Thamrin Jakarta Pusat. Tema yang diusung kali ini adalah “Blogging For Society”. Diharapkan nantinya akan hadir 1000 blogger yang turut memeriahkan acara ini. Selain itu pihak panitia juga mengundang lima blogger dari mancanegara. Lima negara yang diundang adalah Amerika Serikat, Australia, China – Hong Kong, Singapura dan Malaysia.

Pemerintah melalui Departemen Komunikasi dan Informatika, Kementerian Negara Riset dan Teknologi serta Departemen Kebudayaan dan Pariwisata menyatakan komitmennya siap mendukung. Bahkan Depkominfo telah menyiapkan hadiah 10 laptop untuk memeriahkan Pesta Blogger 2008. Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Cameron R. Hume juga direncanakan hadir.

So, catat Pesta Blogger 2008 ke dalam schedule Anda dan bersiap menghadiri gathering paling meriah yang pernah ada. Selamat Hari Blogger Nasional!! \(^o^)/

Read Full Post »

Menyebalkan!!! Aq kehabisan tiket final Uber Cup di Istora Senayan. Antri dari pagi (bahkan ada yang udah standby dari subuh) tetep gak dapet juga. Calo banyak, tapi harganya selangit bro! Lebih menyebalkan lagi abis tau kalo ternyata banyak tiket yang udah dipesan sebelumnya oleh beberapa pejabat dan orang penting di negeri ini.. Aaarghh… Segitu gampangnya kah mereka mendapatkannya tanpa harus berdesak-desakan, berpanas-panas ria bareng rakyat kecil lainnya. Padahal lum tentu juga mereka ngerti bulu tangkis dengan baik.

Nyesek banget deh gak bisa mendukung secara langsung perjuangan si pipi tembem Greycia Polii dan kawan-kawan. Gak bisa ngerasain euforia di dalam stadion bareng ribuan suporter fanatik lainnya. Gak bisa teriak dengan bebas, EN-DO-NE-SA dung dung.. dung dung.. dung…

Eitss… Tapi tunggu dulu. Ternyata itu semua belum seberapa.. Aq paling sedih tu justru karena gak bisa ketemu Agnes Monica secara langsung. Udah setaun di Jakarta, lum pernah sekalipun ketemu sama harajuku girl satu itu. I Love Badminton.. I Love Agnes Monica too (=^^=)

Read Full Post »

Departure

Sebenernya cerita ini udah lama banget, tapi karena banyak yang suruh minta ceritain aja, akhirnya aq tulis deh buat kalian

——————————————————————————–

Minggu 9 desember 2007, aq akan menginjakkan kakiku lagi di Jakarta. sudah cukup lama aq meninggalkan ibukota setelah beberapa bulan aq keluar dari tempat kerjaku yang dulu disana dan kembali ke Yogyakarta kampung halaman tercinta. Tapi keberangkatanku kali ini bukan karena urusan kerjaan melainkan untuk menemani adikku yang berinisial C yang akan mengurus visa dan macem-macemnya selama di sana. Tanggal 7 Januari – 7 Maret 2008 dia akan pergi ke Amerika, dapet beasiswa untuk kuliah di Oregon State University (OSU). *awas klo aq sampe gak dibawain oleh-oleh action figure sama hot wheels :-D*

Hari itu aq bangun pagi-pagi banget sekitar jam 4 (tips: kalau Anda ingin bisa bangun pagi, minum air putih sebanyak-banyaknya sebelum tidur. Dijamin saat hawa dingin mulai membelai, Anda akan lari terbirit-birit ke kamar kecil). Back to the story, abis bangun aq langsung mandi sholat dan sarapan karena harus segera ke bandara. Memang sih bandara tu deket dari rumah, tapi tiket penerbangan M*****a Air jam 6.00 AM mengharuskan aq udah standby disana sebelumnya.

Nyampe bandara sekitar jam 5 lebih (tips lagi: sebaiknya Anda sudah berada di bandara 1 jam sebelum jadwal penerbangan Anda. Pesawat bukanlah metromini atau bus yang suka ngetem menunggu penumpang sampai penuh). Setelah ngelewatin serangkaian pemeriksaan, aq duduk di ruang tunggu keberangkatan. Ternyata kesalahan besar aq duduk di kursi yang berbahan logam. Hawa pagi yang menusuk ditambah ruangan ber-AC yang sangat dingin membuat pantatku beku. Gyakakakakk… Sumpah, kapok deh klo disuruh duduk di kursi kayak gitu lagi! Mean while, selama di ruang tunggu itu aq celingak-celinguk ngeliatin ada apa aja sih disana. Macem-macem. Dan yang paling menarik perhatianku adalah toko buku Periplus di sisi barat ruangan. Yupz, aq memang suka baca novel. Tapi sayangnya Periplus masih tutup, dan memang hampir semua toko di ruang tunggu itu masih tutup. Masih jam 6 kurang, chuy…..

Akhirnya seluruh penumpang M*****a Air dipersilakan masuk pesawat. Aq berangkat cuma membawa tas punggung serta gitar listrik Rockwell warna biru buat keponakanku di Bogor. Naa.. saat aq melangkah keluar dari ruang tunggu itu, aq serasa menjadi Rockstar. Asyik banget deh sensasinya, menenteng gitar menuju ke pesawat yang siap mengantar band-ku tour keliling dunia. Hahahaa… I feel great, yeahh!

First FlightMasuk pesawat bertipe airbus dengan seat 3-3 itu, aq menempati kursi 16C. Sebelah kiriku sepasang bapak ibu yang sudah cukup berumur, sedangkan di sebelah kanan ada 1 orang bapak (kayaknya sih dosen/profesor) lagi konsen membaca buku tebel berbahasa inggris (tanpa gambar, hanya tulisan aja) tentang Mathematical Philosophy atau apa lah gitu, lupa aq judulnya. Empat jempol deh buat bapak itu yang masih semangat dalam belajar, hebat! Sambil celingukan liat-liat pramugari yang bersliweran memandu para penumpang, aq ngerangkul gitar listrikku. Sengaja gak aq taruh gitarku di bagasi atas biar nantinya ada pramugari yang menyapaku. Dan beneran aja, gak berapa lama ada satu pramugari dengan senyum manisnya menawarkan diri untuk menyimpankan gitarku di bagasi atas. Yess

Oiya, aq udah cerita belum klo ini adalah pengalaman pertamaku naek pesawat. Keliatan banget deh aq girang kayak anak kecil yang lagi dapet sepeda baru. Pokoknya cengengesan terus lahh. Katrok juga aq ini. Hehehehee… Sambil menunggu pesawat terbang, seperti biasa para pramugari memperagakan langkah-langkah safety first apabila pesawat mengalami kendala saat penerbangan. Eits, ada satu pramugari yang manis banget tuh di depan. Sayangnya dia hanya melayani untuk para penumpang first class *sigh*. Dalam hati aq berniat, ntar klo naek pesawat menuju bandara Narita Jepang, aq harus bisa dapet tiket yang first class. Hihihi.. mimpi sih, tapi diaminin aja ya. *maksa :-P*

Cerita gak selesai sampai disini. Jam di tamagotchiku menunjukkan pukul 6 kurang 4 menit. Pilot mencoba menyalakan mesin pesawat. Tapi mesin jet itu bersuara aneh, susah njelasinnya, tapi kira-kira gini: “ZZZZZzzzzzzz…” trus diem. “ZZZZZzzzzzzz….” trus diem lagi. “ZZZZZzzzzzzz…..” kali ini agak keras, tapi koq diem lagi. Whuaduhh, pesawatnya macet bok! Kayaknya gara-gara cuaca pagi ini yang dingin banget bikin mesin susah idup. Naa.. tau gak apa yang ada di pikirinku waktu itu. Bukannya takut akan keselamatan penerbangan nanti, aq malah berpikir “Pokoknya aq gak mau klo harus turun trus disuruh bantuin dorongin pesawat yang mogok!” Huakakakakkk… Memangnya ini mobil omprengan bung? Bego banget deh anak ini (^_^)v

Setelah teknisi masuk ke ruang pilot, tepat jam 6 lebih 15 menit mesin jet pesawat berhasil hidup. Aq kencangkan sabuk pengaman kemudian kumatikan walkman phone yang baru aq beli beberapa hari yang lalu. Klik, handphone mati.

Bismillahi tawakkaltu ‘alallaahi laa hawlaa wa laa quwwata illa billaahil ‘alihil adziim

Read Full Post »