Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Mainan Jepang’ Category

blogdsc00336Minggu (5/4/09) adalah hari kedua di Bandung. Setelah kemarin seharian keliling kota kembang dan cobain banyak makanan enak, ternyata masih banyak tempat tujuan yang bisa dijelajahi hari ini. Bangun pagi terasa males banget karena dinginnya suhu udara disana. Namun mengingat banyak hal seru yang sudah menanti, akhirnya keceriaan pagi itu pun mampu mengalahkan godaan untuk terus meringkuk di bawah selimut. Tujuan pertama hari ini: lapangan Gazibu.

Brrr.. ternyata bener dingin banget pagi itu. Namun sepanjang perjalanan naik motor, di kiri-kanan jalan terlihat banyak orang jogging dengan semangat. Banyak yang manis pula. hihihii… Entah brapa kali aku ucapin Subhanallah pagi itu. kqkqkqq (^^=)

blogdsc00333*pagi yang cerah untuk jiwa yang sepi*

blogdsc00331Sebelumnya aku pikir Gazibu tu sebuah lapangan luas yang asik buat olahraga kayak di film Jomblo pas Olipia Iskandar ngejar Asri lari pagi. Eeeh tenyata aku keliru, Gazibu ma Gasebo beda. bwahahahaa… Gazibu rame seperti pasar pagi dengan segala tenda dan lapak-lapak pinggir jalan. Jualan apa ajah, mulai dari pakaian, perabot rumah tangga, barang elektronik, jajanan tradisional, apa aja deh. Yang paling menarik perhatianku adalah orang jualan ikan hias diplastikin trus keliling pke gerobak. Jadi inget jaman kecil dulu di Yogya. Kira-kira kayak gini masih ada nggak ya disana. hmmm…..

Jajanan tradisional yang beraneka macam dan cemilan khas Bandung seperti cilok, batagor, siomay, surabi, susu segar, ice cream dari hasil kebun di Lembang dan masih banyak lagi lainnya bikin aku ngiler. Pingin aku beli semua, pingin aku cicipin semua, tapi terpaksa aku tahan karena pagi itu aku dah berniat mau cobain salah satu makanan legendaris di Bandung. Akhirnya Gazibu aku habisin cuma muter-muter sambil jepret sana jepret sini ngeliat moment yang menarik. Banyak keluarga yang nemenin anak kecilnya bermain di taman, para orang tua yang berjalan di atas batu refleksi yang ditata rapi di pinggir, kaum muda yang asik bermain badminton voli futsal rame-rame, kelinci ma hamster lutchu yang dijual buat peliharaan di rumah, macem-macem lah.. Bener-bener nyenengin bangget.

blogdsc00337

blogdsc00339 . .  blogdsc00343

blogdsc00340 . .  blogdsc00341

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Ceritanya dimulai hari Jumat (3/4/09) sore sekitar jam 3-an. Ahong (bukan nama sebenarnya) salah satu teman kuliah di Jogja dulu, sedang merantau di Jakarta karena ada panggilan interpyu di sebuah BUMN nomor wahid dan berencana numpang nginep di kos mewahku (setaraf ama barak pengungsian laah -_-‘) untuk wikend ini. Tapi karena siang hari tesnya sudah selesai dan esok paginya ada acara keluarga di kampung halaman tercinta, maka rencana nginep pun dibatalkan.

Seperti biasa, tiap ada temen seperjuangan yang mampir ke Jakarta kami-kami yang sudah terlebih dahulu nyasar di ibukota ini selalu ngadain reunian, kumpul-kumpul untuk menyambut kedatangan mereka. Istilah kerennya: “Mendadak Jakata” yang untuk acara kali ini bahkan Edi Cilik (klo kalian gak tau orangnya, sebut saja Mawar biar gak repot ^.^’) yang sekarang berdomisili di Bandung pun tidak mau kalah untuk ikutan gabung. Tiket kereta Parahgerayangan PP Bandung-Gambir sudah dipegang jauh-jauh hari. Tapi yaa tetep aja harus cancel, orang yang mau disamperin malah udah pulang duluan sih. hihihii… Saat itu waktu udah menunjukkan jam 5 sore.

Maghrib aku bengong di kos, mau ngapain yaa wikend ini. Muter-muter Jakarta udah rada bosen. Pacar lum punya. Gadis pujaan hati lagi mudik ke Bogor (uups.. keceplosan ^^=) Saat itulah aku calling si Edi (iyah Edi yang aku sebutin tadi) klo besok pagi jemput aku di stasiun Bandung. Cebur cebur mandi bebek, packing barang-barang ndak penting, trus siap-siap meluncur ke kos Edo (klo yang ini gak perlu aku jelasin yah, temen gak penting koq ^^,)

Lho kenapa malah ke tempat Edo? Soalnya sepele: kos dia deket banget ma Gambir. Paling jalan kaki 10 menit dah nyampe, biar gak telalu terburu-buru paginya, abis subuh bisa langsung cabut. Karena aku males cerita tentang Edo (aduh kesebut lagi namanya +_+) maka aku persingkat aja yaa…

*** Sabtu (4/4/09) ***

Sholat subuh, tanpa mandi aku langsung ke Gambir. Pesen tiket KA Argo Gede berangkat jam 6.10 pagi. Perjalanan masuk ke Bandung bener-bener menyenangkan! Pertama, pramugarinya manis. kyaaa.. Trus cuaca cerah dengan pemandangan gunung berbukit-bukit bener-bener mempesona. Beda banget lah ma hutan beton Jakarta dengan gedung-gedung jangkung dan segala kesemrawutannya. Terakhir kali aku ke Bandung klo gak salah tu pas kelas 2 SMP. Kebayang deh wikend ini bakalan seru. Pokoknya sepanjang perjalanan aku cengar-cengir.

Keluar stasiun Bandung jam 9 lebih. “Mo kemana dulu?” tanya Edi. Langsung kujawab: “Bembi!!!” hahahaa.. Yupz Bandung terkenal sebagai kota pecinta motor modifikasi, dan Bembi adalah obsesiku sejak kecil (karena badanku kecil dan Bembi ukurannya kecil. halaah). Bikinan orang Bandung asli. Tinggi motor cuma selutut-sepaha orang dewasa. Dulunya pke mesin pemotong rumput untuk njalaninnya tapi sekarang dah ada yang pke mesin motor asli 110cc. Liat aja tuh potonya aku lagi mainan Bembi.

blogdsc00283 . .  blogdsc00284

(lebih…)

Read Full Post »

Mainan adalah salah satu benda yang bisa menghilangkan stres dan kebosanan dari kegiatan rutinitas di sekolah maupun kantor. Salah satunya adalah mainan produksi Tomy yang bernama Nohohon Zoku atau keluarga Nohohon. Sesuai namanya, Nohohon terdiri dari 3 jenis. Jenis yang pertama dikenal dengan nama Hidamari no Tami. Apa sih yang membedakannya dari mainan biasa? Hidamari no Tami yang berarti “Sunny People” ini bukan buat dimainkan, tapi buat dilihat dan dirasakan. Hanya dengan melihatnya, perasaan menjadi tenang, dan rasa stres pun terlupakan sesaat.

Hidamari no Tami berupa pajangan boneka berkepala bulat dengan senyum yang lebar dan sepasang titik mata. Mainan ini tidak membutuhkan baterai, karena digerakkan dengan tenaga sinar matahari atau lampu. Hidamari no Tami diceritakan hidup di dunia yang dikelilingi keindahan alam, dan mereka muncul bila ada seseorang yang merasa stres, cemas, bahkan depresi. Saat itu Hidamari no Tami akan memberikan hiburan pada orang tersebut dengan cara menggeleng-gelengkan kepala ke kiri dan ke kanan hingga ia merasa ketenangan dalam beberapa saat. Walau hanya menggeleng-gelengkan kepala, siapapun yang melihatnya akan tersenyum. Hidamari no Tami dirilis dalam berbagai warna, mulai dari warna pink bunga sakura, biru langit, hijau daun, hingga warna kuning.

Mainan ini sangat cocok diletakkan di meja belajar atau meja kerja yang mendapat sorotan sinar matahari dan lampu secara langsung. Bila sedang stres, nyalakan saja tombol on di bagian bawah, Hidamari no Tami akan langsung menghiburmu. Mainan ini juga dilengkapi tempat penyelipan kartu dibagian depan yang bisa dimanfaatkan untuk menuliskan memo atau menyelipkan kartu nama.

Selain Hidamari no Tami, Nohohon jenis lainnya berupa mainan yang mengeluarkan suara. Suara yang dikeluarkan tentunya suara alam yang menentramkan, seperti versi Umi no Sasayaki yang mengeluarkan suara laut, atau versi Mori no Sasayaki yang mengeluarkan suara keheningan dan kicauan burung di hutan.

Jenis ketiga adalah Hanauta no Tami atau “Humming People” dimana mainan tersebut bisa mengeluarkan musik. Musik yang dialunkannya pun bermacam-macam tergantung mood, mulai dari lagu bernuansa mellow hingga pop.

   

Read Full Post »