Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Novel Jepang’ Category

Judul: Taiko
Pengarang: Eiji Yoshikawa
Penerbit: Gramedia
Cetakan Pertama: Oktober 2003
Jumlah Halaman: 1143 halaman

Novel ini mengambil seting Jepang zaman dahulu ketika keshogunan dalam masa kritis dan peperangan perebutan kekuasaan terjadi dimana-mana. Cerita dimulai dari tahun Temmon kelima, 1536, yaitu masa ketika Kinoshita Hiyoshi menjalani masa kanak-kanaknya yang berat. Setelah ayahnya meninggal, ibu Hiyoshi menikah dengan Chikuami. Hubungan Hiyoshi dengan ayah tiri yang memanggilnya Saru ini tidak baik, sehingga Hiyoshi dikirim ke kuil untuk belajar, namun dipulangkan karena berbuat kenakalan. Akhirnya Hiyoshi mengembara mencari pengalaman dengan berjualan jarum. Dalam perjalanan ini ia mengalami berbagai hal yang membuatnya belajar mengenai sifat manusia. Dari seorang yang sederhana, berkat kecerdikan dan ketulusannya Hiyoshi memperoleh kepercayaan dari orang-orang, sampai ia menjadi kepercayaan Oda Nobunaga. Sedemikian dalam kepercayaan Nobunaga padanya sampai-sampai Hiyoshi yang namanya menjadi Toyotomi Hideyoshi dianugerahi daerah dan kekuasaan militer. Sebagai tangan kanan Nobunaga, Hideyoshi berjumpa dengan banyak orang penting yang kelak berperan besar dalam sejarah Jepang, salah satunya Tokugawa Ieyasu. Nobunaga, Ieyasu, dan Hideyoshi bertemu dalam masa kekacauan. Ketiganya sama-sama ingin menyatukan Jepang, namun siapa diantara mereka yang berhasil mewujudkan impian tersebut?

Taiko yang berjudul asli Taiko Ki merupakan buah karya novelis legendaris Yoshikawa Eiji. Novelis bernama asli Yoshikawa Hidetsugu ini dilahirkan pada 11 Agustus 1892 di prefektur Kanagawa. Ketertarikannya pada sastra dimulai pada usia belia 18 tahun, namun beliau benar-benar terjun dalam dunia tulis menulis setelah menjadi juara pertama lomba penulisan novel Kodansha pada tahun 1914 dengan karya The Tale of Enoshima. Beliau bergabung dengan koran Maiyuu dan menulis serial Life of Shinran di koran tersebut. Karya berjudul Miyamoto Musashi yang ditulisnya tahun 1915 membuat namanya dikenal sebagai penulis novel fiksi histori.

Terjemahan novel Taiko sangat baik, bahasa yang digunakan tidak begitu rumit sehingga enak dibaca serta mudah dimengerti. Plot cerita yang kuat dan karakterisasi yang tergali dengan baik membuat kita betah membaca buku ini dari awal sampai akhir hampir tanpa jeda. Selain itu, peristiwa-peristiwa bersejarah serta kemunculan tokoh-tokoh sejarah dalam novel ini merupakan daya tarik bagi penggemar sejarah Jepang. Bahkan bagi pembaca yang bukan penggemar sejarah, novel ini tetap menarik karena menyajikan ajaran filosofis, intrik politik, dan taktik perang zaman dulu. Oleh karena itu jangan gentar duluan melihat tebalnya buku, cobalah membaca perlahan dan kamu akan terbawa dalam suasana Jepang pada ratusan tahun yang lalu

Iklan

Read Full Post »

Judul: Rashomon (Kumpulan Cerita)
Pengarang: Akutagawa Ryunosuke
Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Cetakan Pertama: Januari 2008
Jumlah Halaman: 175 halaman
No. ISBN: 979-910-093-3

Mengisahkan pertemuan seorang Genin (samurai kelas rendah) dengan seorang perempuan tua di gerbang Rashomon, Kyoto. Konon, gerbang ini juga menjadi tempat pembuangan mayat-mayat tak dikenal hingga tak seorangpun berani mendekatinya di malam hari. Di dera rasa lapar yang hebat, terjadi dilema dalam benak Genin, apakah dia akan terus bertahan disitu atau membuang jauh-jauh harga dirinya dengan menjadi pencuri sebagai jalan terakhir bertahan hidup. Pertemuannya dengan sang perempuan tua awalnya menimbulkan rasa jijik di hati Genin karena melihat ulah perempuan itu yang mencuri rambut mayat-mayat yang tergeletak di Rashomon. Si perempuan tua berkilah bahwa ia terpaksa melakukan itu demi bertahan hidup, ditambah kenyataan bahwa salah satu mayat yang ia curi rambutnya dulu adalah seorang perempuan pedagang daging yang sering menipu konsumennya. Lalu bagaimana dengan Genin? Apakah dia akan terus berpegang pada prinsipnya untuk tidak mencuri?

Ryunosuke Akutagawa adalah penulis Jepang era Taisho yang dijuluki sebagai “Bapak Cerpenis Jepang”. Sepanjang hidupnya, tercatat kurang lebih 150 cerpen yang telah ditulis Akutagawa dimana tujuh diantaranya dimuat dalam buku ini. Kisah Rashomon pertama kali diterbitkan pada tahun 1915 di Teikoku Bungaku dan sampai kini menjadi salah satu topik diskusi sah-tidaknya mencuri sesuatu demi bertahan hidup.

Buku yang wajib Anda baca!!!

Read Full Post »