Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘jepang’

Ketertarikan terhadap Budaya Jepang yang ‘cool’, anak muda yang mempelajari bahasa Jepang di seluruh dunia mengalami peningkatan. Salah satu contohnya adalah Animasi dan komik Jepang yang sangat popular di seantero dunia ini menjadi salah satu alasan anak muda termotivasi untuk mempelajari bahasa Jepang.

Dalam mengantisipasi perkembangan tersebut, the Japan Foundation Japanese-Language Institute di Jepang membuat program visual baru berjudul “Erin’s Challenge ! I Can Speak Japanese” yang terdiri dari 25 pelajaran/episode (durasi @ 20 menit) sebagai materi pelajaran visual yang mengakomodir kebutuhan dan minat anak muda terhadap budaya dan bahasa Jepang.

Program pelajaran bahasa Jepang dan pengenalan budaya Jepang ini memadukan mini drama yang menampilkan artis pendatang yang sedang naik daun di Jepang dengan karakter animasi yang menampilkan karakterk HONIGON sebagai guru yang memberikan penjelasan bahasa Jepang yang mudah dimengerti dan menyenangkan, serta karaktek anime ERIN yang belajar bahasa Jepang dari Honigon, dan robot data yang diberi nama “N21-J” . Dengan penampilan artis yang sedang naik daun dalam mini drama dan perpaduan dengan animasi ini, diharapkan pembelajar bahasa Jepang dapat menikmati tontonan dan pelajaran yang disuguhkan dalam program ini.

Dalam mini drama, kisah pada Skit Dasar terpusat pada kehidupan sehari-hari Erin (Ellie Toyota), seorang siswa pertukaran dan teman-teman sekelasnya, yaitu Saki (Kana Kurashina) dan Megumi (Meguru Ishii). Setiap skit dibuat untuk mencapai satu tujuan dalam bahasa Jepang (CAN-DO). Oleh karena itu, setelah selesai skit setiap pelajaran, hal-hal yang dapat dilakukan oleh Erin bertambah satu persatu.

Selain menayangkan pelajaran bahasa Jepang, program ini juga menampilkan berbagai ide yang kiranya dapat memberikan pemahaman anak-anak muda di berbagai negara tentang budaya Jepang. Sebagai tambahan terhadap gambaran tentang Jepang, program ini juga memuat wawancara perkenalan dengan pembelajar bahasa Jepang di seluruh dunia dan orang-orang asing yang menggunakan bahasa Jepang dalam menjalankan tugasnya. Pengambilan gambar di lebih dari 10 negara yang berbeda ini diharapkan dapat menambah semangat pembelajar untuk belajar dan merencanakan tujuan yang baru dalam mempelajari bahasa Jepang.

Program ini telah ditayangkan di siaran internasional NHK (NHK WORLD & NHK WORLD Premium), serta TV kabel Jepang untuk Eropa dan Amerika Utara. Selain itu juga disiarkan oleh TV lokal di beberapa negara seperti Finlandia, Srilanka, Laos, Vietnam, Mongolia, Kanada dan Amerika Serikat.

Program Erin Challenge ini akan ditayangkan oleh TVRI Siaran Nasional Setiap Hari SELASA, Pkl. 21.30 ~ 22.00 WIB. Mulai tanggal 3 MARET 2009. Nonton yaaa..


Iklan

Read Full Post »

Judul: Taiko
Pengarang: Eiji Yoshikawa
Penerbit: Gramedia
Cetakan Pertama: Oktober 2003
Jumlah Halaman: 1143 halaman

Novel ini mengambil seting Jepang zaman dahulu ketika keshogunan dalam masa kritis dan peperangan perebutan kekuasaan terjadi dimana-mana. Cerita dimulai dari tahun Temmon kelima, 1536, yaitu masa ketika Kinoshita Hiyoshi menjalani masa kanak-kanaknya yang berat. Setelah ayahnya meninggal, ibu Hiyoshi menikah dengan Chikuami. Hubungan Hiyoshi dengan ayah tiri yang memanggilnya Saru ini tidak baik, sehingga Hiyoshi dikirim ke kuil untuk belajar, namun dipulangkan karena berbuat kenakalan. Akhirnya Hiyoshi mengembara mencari pengalaman dengan berjualan jarum. Dalam perjalanan ini ia mengalami berbagai hal yang membuatnya belajar mengenai sifat manusia. Dari seorang yang sederhana, berkat kecerdikan dan ketulusannya Hiyoshi memperoleh kepercayaan dari orang-orang, sampai ia menjadi kepercayaan Oda Nobunaga. Sedemikian dalam kepercayaan Nobunaga padanya sampai-sampai Hiyoshi yang namanya menjadi Toyotomi Hideyoshi dianugerahi daerah dan kekuasaan militer. Sebagai tangan kanan Nobunaga, Hideyoshi berjumpa dengan banyak orang penting yang kelak berperan besar dalam sejarah Jepang, salah satunya Tokugawa Ieyasu. Nobunaga, Ieyasu, dan Hideyoshi bertemu dalam masa kekacauan. Ketiganya sama-sama ingin menyatukan Jepang, namun siapa diantara mereka yang berhasil mewujudkan impian tersebut?

Taiko yang berjudul asli Taiko Ki merupakan buah karya novelis legendaris Yoshikawa Eiji. Novelis bernama asli Yoshikawa Hidetsugu ini dilahirkan pada 11 Agustus 1892 di prefektur Kanagawa. Ketertarikannya pada sastra dimulai pada usia belia 18 tahun, namun beliau benar-benar terjun dalam dunia tulis menulis setelah menjadi juara pertama lomba penulisan novel Kodansha pada tahun 1914 dengan karya The Tale of Enoshima. Beliau bergabung dengan koran Maiyuu dan menulis serial Life of Shinran di koran tersebut. Karya berjudul Miyamoto Musashi yang ditulisnya tahun 1915 membuat namanya dikenal sebagai penulis novel fiksi histori.

Terjemahan novel Taiko sangat baik, bahasa yang digunakan tidak begitu rumit sehingga enak dibaca serta mudah dimengerti. Plot cerita yang kuat dan karakterisasi yang tergali dengan baik membuat kita betah membaca buku ini dari awal sampai akhir hampir tanpa jeda. Selain itu, peristiwa-peristiwa bersejarah serta kemunculan tokoh-tokoh sejarah dalam novel ini merupakan daya tarik bagi penggemar sejarah Jepang. Bahkan bagi pembaca yang bukan penggemar sejarah, novel ini tetap menarik karena menyajikan ajaran filosofis, intrik politik, dan taktik perang zaman dulu. Oleh karena itu jangan gentar duluan melihat tebalnya buku, cobalah membaca perlahan dan kamu akan terbawa dalam suasana Jepang pada ratusan tahun yang lalu

Read Full Post »

Judul: Rashomon (Kumpulan Cerita)
Pengarang: Akutagawa Ryunosuke
Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Cetakan Pertama: Januari 2008
Jumlah Halaman: 175 halaman
No. ISBN: 979-910-093-3

Mengisahkan pertemuan seorang Genin (samurai kelas rendah) dengan seorang perempuan tua di gerbang Rashomon, Kyoto. Konon, gerbang ini juga menjadi tempat pembuangan mayat-mayat tak dikenal hingga tak seorangpun berani mendekatinya di malam hari. Di dera rasa lapar yang hebat, terjadi dilema dalam benak Genin, apakah dia akan terus bertahan disitu atau membuang jauh-jauh harga dirinya dengan menjadi pencuri sebagai jalan terakhir bertahan hidup. Pertemuannya dengan sang perempuan tua awalnya menimbulkan rasa jijik di hati Genin karena melihat ulah perempuan itu yang mencuri rambut mayat-mayat yang tergeletak di Rashomon. Si perempuan tua berkilah bahwa ia terpaksa melakukan itu demi bertahan hidup, ditambah kenyataan bahwa salah satu mayat yang ia curi rambutnya dulu adalah seorang perempuan pedagang daging yang sering menipu konsumennya. Lalu bagaimana dengan Genin? Apakah dia akan terus berpegang pada prinsipnya untuk tidak mencuri?

Ryunosuke Akutagawa adalah penulis Jepang era Taisho yang dijuluki sebagai “Bapak Cerpenis Jepang”. Sepanjang hidupnya, tercatat kurang lebih 150 cerpen yang telah ditulis Akutagawa dimana tujuh diantaranya dimuat dalam buku ini. Kisah Rashomon pertama kali diterbitkan pada tahun 1915 di Teikoku Bungaku dan sampai kini menjadi salah satu topik diskusi sah-tidaknya mencuri sesuatu demi bertahan hidup.

Buku yang wajib Anda baca!!!

Read Full Post »

Suatu hari ada seekor kucing besar dan seekor kucing kecil. Dua ekor kucing tersebut menemukan dua buah onigiri. Kucing yang besar menemukan onigiri kecil, sedangkan kucing yang kecil menemukan onigiri besar. Karena hanya mendapatkan onigiri yang kecil, kucing besar itu berkata kepada kucing yang kecil.

“Hei, kucing kecil. Lihatlah, badanmu kan kecil kenapa kamu mau makan onigiri yang besar? Ayo tukarkan dengan onigiriku saja” kata kucing besar.

“Enak saja. Aku kan yang menemukan onigiri besar ini, jadi walaupun badanku kecil aku berhak makan onigiri besar” kata kucing kecil.

“Heh, dimana-mana itu kalau kucing kecil makannya ya sedikit. Kalau kucing besar makannya ya banyak. Kok begitu saja kamu tidak tahu sih?”

“Nah, aku kini tahu akal bulusmu. Kamu khawatir kan kalau aku makan onigiri besar ini badanku akan menjadi besar. Kalau badanku besar, kamu takut kalah saingan kan?”

“Bukan begitu. Tapi wajarnya karena badanmu kecil, ya makanmu juga sedikit saja. Nanti kalau makan kebanyakan perutmu akan sakit”

“Ah, kamu ini mau mencoba membujukku ya? Pokoknya aku gak mau!”

Karena tidak ada yang mau mengalah, akhirnya kedua kucing itu saling bertengkar. Pada saat bertengkar itu, kucing besar mendapatkan ide.

(lebih…)

Read Full Post »

Mainan adalah salah satu benda yang bisa menghilangkan stres dan kebosanan dari kegiatan rutinitas di sekolah maupun kantor. Salah satunya adalah mainan produksi Tomy yang bernama Nohohon Zoku atau keluarga Nohohon. Sesuai namanya, Nohohon terdiri dari 3 jenis. Jenis yang pertama dikenal dengan nama Hidamari no Tami. Apa sih yang membedakannya dari mainan biasa? Hidamari no Tami yang berarti “Sunny People” ini bukan buat dimainkan, tapi buat dilihat dan dirasakan. Hanya dengan melihatnya, perasaan menjadi tenang, dan rasa stres pun terlupakan sesaat.

Hidamari no Tami berupa pajangan boneka berkepala bulat dengan senyum yang lebar dan sepasang titik mata. Mainan ini tidak membutuhkan baterai, karena digerakkan dengan tenaga sinar matahari atau lampu. Hidamari no Tami diceritakan hidup di dunia yang dikelilingi keindahan alam, dan mereka muncul bila ada seseorang yang merasa stres, cemas, bahkan depresi. Saat itu Hidamari no Tami akan memberikan hiburan pada orang tersebut dengan cara menggeleng-gelengkan kepala ke kiri dan ke kanan hingga ia merasa ketenangan dalam beberapa saat. Walau hanya menggeleng-gelengkan kepala, siapapun yang melihatnya akan tersenyum. Hidamari no Tami dirilis dalam berbagai warna, mulai dari warna pink bunga sakura, biru langit, hijau daun, hingga warna kuning.

Mainan ini sangat cocok diletakkan di meja belajar atau meja kerja yang mendapat sorotan sinar matahari dan lampu secara langsung. Bila sedang stres, nyalakan saja tombol on di bagian bawah, Hidamari no Tami akan langsung menghiburmu. Mainan ini juga dilengkapi tempat penyelipan kartu dibagian depan yang bisa dimanfaatkan untuk menuliskan memo atau menyelipkan kartu nama.

Selain Hidamari no Tami, Nohohon jenis lainnya berupa mainan yang mengeluarkan suara. Suara yang dikeluarkan tentunya suara alam yang menentramkan, seperti versi Umi no Sasayaki yang mengeluarkan suara laut, atau versi Mori no Sasayaki yang mengeluarkan suara keheningan dan kicauan burung di hutan.

Jenis ketiga adalah Hanauta no Tami atau “Humming People” dimana mainan tersebut bisa mengeluarkan musik. Musik yang dialunkannya pun bermacam-macam tergantung mood, mulai dari lagu bernuansa mellow hingga pop.

   

Read Full Post »

Pada jaman dahulu kala, di sebuah desa ada seorang pemuda yang rajin dan baik hati. Suatu hari, ketika sang pemuda hendak pergi untuk bekerja, ia melihat beberapa anak sedang mencoba menangkap seekor belut putih. Di tangan mereka tergenggam tongkat kayu yang sekali-kali diayunkan untuk memukul belut tersebut. Sejenak sang pemuda berhenti dan mendekati anak-anak tersebut. Karena merasa kasihan, sang pemuda berkata kepada anak-anak itu, “Jangan mengganggu binatang. Belut itu juga makhluk hidup seperti kita. Biarkan dia pergi!”. Anak-anak itu pun berhenti seketika. Dengan perasaan dongkol mereka pun pergi meninggalkan tempat itu. Demikian juga sang belut pergi ke arah genangan air di sawah. Sang pemuda pun pergi melanjutkan perjalanannya.

Malam harinya, ketika sang pemuda hendak bersiap-siap untuk tidur, tiba-tiba pintu rumahnya diketuk orang. “Tok.. tok”. Sang pemuda heran, tidak biasanya malam-malam begini ada tamu yang datang ke rumahnya. Akhirnya ia pun membuka pintu rumahnya. Bukan main terkejutnya sang pemuda, ternyata di hadapannya telah berdiri seorang gadis yang cantik jelita.

“Selamat malam. Mohon maaf sebelumnya. Saya sedang tersesat dan kemalaman di jalan. Bolehkah saya menumpang istirahat barang satu malam di rumah tuan?” pinta sang gadis.

“Silakan masuk!” kata sang pemuda dengan gugup. Malam itu sang gadis pun menginap di rumah sang pemuda.

(lebih…)

Read Full Post »

Dahulu kala ada seorang petani yang bernama Kumazo. Kumazo adalah petani yang rajin bekerja. Ia berbadan tinggi besar dan disegani banyak tetangga. Suatu hari, dengan memikul bakul di pundaknya Kumazo pergi ke ladangnya. Hari ini ia akan memberi pupuk pada tanamannya agar tumbuh dengan subur. Namun, saat ia sedang asyik menyebarkan pupuknya tiba-tiba terdengar suara desisan yang sangat keras. Dan hampir bersamaan dengan itu muncullah dari arah bukit seekor ular raksasa yang panjangnya mencapai 6-7 meter. Kumazo sangat terkejut. Ia merasa tidak pernah mempermainkan ular, namun entah kenapa ada induk ular yang datang menemuinya. “Aduh, kenapa ada ular sebesar ini datang kemari ya?” katanya dengan gemetar.

Ia lalu meraih gagang pikulnya dan secepatnya lari meninggalkan ladang. Namun belum sampai ia lari jauh, tiba-tiba kakinya terantuk gundukan tanah di ladang. Dan ular raksasa pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dengan menjulur-julurkan lidahnya yang berwarna merah, ia mulai mendekati tubuh Kumazo. Kumazo tidak mau menyerah begitu saja. Ia terus mengayun-ayunkan pikulnya agar sang ular tidak bisa mendekatinya. Tiba-tiba, gagang pikul Kumazo pun patah. Saat itu juga sang ular langsung membelit tubuh Kumazo.

“Tu.. tunggu sebentar. Lepaskan aku!” teriak Kumazo.

Ular itu diam sejenak. “Ada apa?” pikirnya.

“Tunggu sebentar. Lepaskan aku dulu. Aku harus kembali ke rumahku dulu untuk berpamitan kepada keluarga. Setelah itu aku berjanji akan segera kemari untuk menyelesaikan pertarungan kita” kata Kumazo untuk meyakinkan ular tersebut.

(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »